Jumat, 23 September 2011

“Esensi Sebuah Kaderisasi”

OPINI



Setiap tahun diadakan Penerimaan Mahasiswa Baru atau sering disebut (PPMB) dan t entu mahasiswa baru ini akan melakoni yang namanya kaderisasi. Dalam sebuah organisasi, kaderisasilah yang menjadi tolak ukur paling besar keberhasilan organisasi. Pengaderan merupakan kegiatan rutin tiap tahun yang dilakukan oleh pengurus untuk mencetak kader-kader yang memiliki nilai lebih untuk melanjutkan jalannya roda kelembagaan. Kaderisasi menurut KBBI merupakanp proses untuk mencari kader sedangkan kader sendiri adalah orang yang akan menjalani kaderisasi itu.Setiap organisasi pasti memerlukan yang namanya kader disitulah kaderisasi dibutuhkan untuk mendapat kader baru yang sesuai dengan tuntutan organisasi itu sendiri. Beda organisasi beda pula tuntutan kaderisasinya. Namun, intinya tetap sama yaitu menbentuk pribadi yang bertanggung jawab serta manpu melanjutkan organisasi kedepan dengan lebih baik. Dalam kaderisasi akan dibentuk sebuah karakter yaitu disiplin,bertanggung jawab, saling menghargai sesama, kekompakan angkatan, pengenalan warga lama dan warga baru dalam hal ini senior dan junior serta banyak lagi.


Realitas

Dalam melakukan kaderisasi setiap pengkader harus terlebih dahulu menberikan pengertian mengenai arti atau esensi yang ingin dicapai agar sang kader bisa mengerti. Terkadang pengkader hanya sering berkata‘’Kalian akan tahu sendiri nanti apa esensinya, atau‘’Kalian pikir sendiri apa esensinya’’ itulah kata-kata yang sering keluar dari mulut seorang senior yang melakukan pengaderan. Syukur-syukur jika senior tadi mengerti esensi pengaderan dan tidak selalu berlindung dibalik kata-kata tadi untuk menutupi ketidaktahuannya, oleh karena itu seorang pengader itu harus orang yang betul mengerti esensi kaderisasi dan manpu menjelaskan kepada mahasiswa baru esensi setiap proses kaderisasi yang dilakukan terhadap mahasiswa baru. Yang sering juga terjadi adalah ketika menanamkan sopan santun kemahasiswa baru apakah itu dalam hal berprilaku maupun dalam berpakaian. Ketika seorang senior menyuruh mahasiswa baru untuk menjaga ucapan, tidak mengeluarkan kata kotor terkadang malah senior ini sendiri yang sering mengeluarkan kata-kata kotor, sama halnya dengan menyuruh mahasiswa baru memakai pakaian yang tidak ketat kemudian ternyata senior sendiri yang memakai baju ketat. Berikanlah contoh yang baik sebelum menyuruh orang lain,sebab pasti mahasiswa baru akan selalu melihat pola tingkah laku senior sebagai acuan jika senior sendiri yang melanggar maka tentu mereka menganggap bahwa buat apa kita melakukan perintah senior kalau senior saja tidak menjalankan hal itu.


Kaderisasi yang Ideal


Kaderisasi yang ideal? Bagaimana sebenarnya kaderisasi yang ideal itu.Ideal adalah suatu kata yang ingin menjelaskan suatu yang diidam-idamkan. Permasalahan terkadang muncul dan sangat bisa terjadi yakni terjadinya perbedaan antara nilai-nilai kader dengan nilai-nilai kemanusiaan. Idealnya suatu pengaderan sesuai dengan amanah yang tersirat dalam UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, ini merupakan dasar pengaderan yang ideal bagi setiap manusia di Indonesia, itu dalam tingkatan negara dan tentu dalam pengaderan di setiap organisasi harus mendasarkan pengaderannya pada hal ini sehingga dapat menjadi ideal.Intinya seorang senior harus mengerti esensi pengaderan serta manpu menberikan contoh yang baik ke mahasiswa baru, agar mahasiswa baru dapat menjadi kader yang sesuai dengan harapan setiap organisasi.

_Muhlis abduh_

Kamis, 28 April 2011

si aku vs dia

si aku berdiri kokoh beristanah megah
setiap pagi melempar sisa-sisa kepada dia
si aku berdiri bertolak pinggang
telunjuk berperintah.
si aku berdiri.berdiri.berdiri
di atas. si dia hanya bisa duduk
menadah tangan bak anjing tunggu jatah tulang.
si dia duduk hanya terkaku bengong bodoh
tunggu si aku lempar tulang dari istana megah nya.

Senin, 11 April 2011

KAMI MAU UNTUK BISA

Kami bisa !
Kami manpu!
Dan mau kami buktikan !

Anjing-anjing itu selalu mengonggong
Bak kami mengambil tulang jatah makannya.
Anjing –anjing itu selalu menggertak kami
Berusaha untuk melukai kami.

Kami memang harus meranggkak
Tapi kami rela,
Kami memang harus jalan tertatih
Tapi kami mau,
Kami mau melewati itu semua .

Minggu, 10 April 2011

GADIS MANIS YANG TAK BERNAMA

Setiap orang yang menatapnya akan terpesona,jantung berdetak lebih cepat dan mata seakan tidak mau berkedip. Begitulah yang dialami si abdul, pria pendiam asal pinrang. Rambut hitam sebahu, mata bulat,dengan baju tertutup sampai di lengan dengan celana panjang sampai mata kaki berjalan tepat di hadapannya.
Wajah putih gadis manis itu mencerahkan pagi yang dingin masih bergerimis itu dan sekaligus mencerahkan hati abdul. Tangan putihnya sedang asik memegang payung putih kecil yang hanya muat untuk satu orang. ‘’ ini bidadari yang sedang tersesat di bumi atau sengaja diturunkan untuk bertemu dengan ku’’. Tanya abdul dalam hatinya.
Si abdul ingin berkenalan dengan gadis manis itu, sekalipun hanya sekedar menanyakan namanya. Namun, badannya seakan menbatu, mulutnya seakan tertutup rapat tak manpu berucap satu katapun. Gadis manis itu akhirnya berlalu pergi.
Suatu sore angin berhembus sepoi-sepoi, abdul ingin pulang kerumah yang tidak jauh dari kampus tempat kuliah. Tiba-tiba pandangan abdul tertuju pada seorang gadis yang sedang berjalan sendiri menyusuri jalan setapak yang ada di sekitar danau. Abdul menperhatikan dengan seksama setiap detail gadis yang dilihatnya itu dan akhirnya yakin kalau gadis itu adalah gadis manis berpayung putih yang pernah dilihatnya di kampus. Abdul mengumpulkan segenap sisa keberaniannya dan menghampiri gadis itu.
Dengan sedikit terbata-bata abdul bertanya pada si gadis.
‘’Hay.. mmmau ke mmmana’’?
‘’Pulang ke rumah’’ jawab si gadis.
‘’Ini kesempatan langka dan sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan’’, kata abdul dalam hati.
Kali ini abdul bertanya dengan lebih berani.
‘’Boleh aku antar pulang’’
‘’hmm.. nda usah. Rumah saya dekat dari sini kok.’’.jawab si gadis dengan malu-malu.
Abdul tak menyerah, dia menbujuk gadis itu dan akhirnya gadis itu merasa tidak enak untuk menolak tawaran abdul.
Iya dech..!!!
Betapa bahagianya hati si abdul mendengar jawaban itu, hatinya bak anak kecil dapat mainan baru dari ibunya, bak burung yang dilepas dari sangkarnya, dan seakan jiwanya melayang-layang di surga firdaus.
Ahkirnya abdul mengantar gadis itu pulang ke rumahnya. Di jalan, si abdul berusaha mencairkan suasana dan membom-bardir si gadis dengan beribu pertanyaan. Seakan dia ingin mengetahui gadis ini lebih dalam dan lebih dalam lagi. Suasana hati abdul begitu indah bagai dunia miliknya sendiri dan yang lain Cuma ngontrak.
Tiba-tiba gadis itu menyela pertanyaan abdul yang begitu banyak.
‘’Rumah putih dengan pagar putih itu ya’’..!
Suaranya terdengar merdu.
Motor si Abdul berhenti dengan perlahan.
‘’Oow.. ini rumah kamu ya’’?
Tanya si abdul.
Iya. Makasih ya uda ngantar aku.
Jawab si gadis sambil berlalu.

Ah… bodohnya aku, kenapa aku lupa tanya namanya ya…!
Si abdul memarahi dirinya sendiri.

Setelah hari itu si abdul tidak pernah lagi melihat gadis itu di kampus. Hari-hari dilalui si abdul dengan begitu menbosankan. Setelah lelah berkuliah seharian di kampus abdul pulang ke rumah. Abdul mengambil gelas kaca dan menuangkan air kedalam gelas kaca itu dan secara perlahan-lahan diminum air putih itu sambil menyetel televisi yang sudah agak tua.
Seorang pembawa berita menyampaikan sebuah berita , seorang pria kaya raya menikahi seorang gadis.
Waktu seakan berhenti sejenak. Gelas kaca yang dipegang si abdul terjatuh ke lantai, pecah berkeping-keping. Di gosok-gosoknya lagi mata si abdul takut kalau matanya sedang salah lihat. Di cubitnya tanganya jangan sampai dia hanya sedang bermimpi buruk dan belum sempat bangun.
Tetapi, ternyata itu memang bukan mimpi dan bukan salah lihat. Sang pengusaha kaya raya itu menikahi gadis manis yang belum sempat diketahui namanya oleh si abdul.
by. ukie poetra abdoeh

KU HANYA BISA MELIRIK

Matahari terang bersinar di hari yang gersang
Angin enggan bertiup kencang
Tetapi bunga-bunga begitu tenang.

Kulihat ada satu bunga yang begitu cantik
Menbuat hati ingin melirik
Dan tangan ingin memetik

Tetapi bunga itu punya siapa?
Tidakkah nanti yang punya akan marah?
Ataukah memang dia bukan punya siapa-siapa
Yang bisa dipetik siapa saja.

Kalau tidak ada penjaganya
Kenapa tidak ada yang memetik
padahal bunga itu begitu cantik

ataukah sudah banyak yg mau memetik
namun dia masih enggan dipetik.

Akankah ia menunggu untuk kupetik?
Padahal aku merasa belum bisa untuk memetik
dan hanya bisa untuk melirik.


By:Ukie poetra abdoeh